Buat kamu yang baru mulai belajar investasi reksa dana, pasti sering merasa bingung dengan istilah-istilah yang muncul di aplikasi investasi. Ada NAB, manajer investasi, dana kelolaan, hingga unit penyertaan. Tenang, kamu nggak sendirian! Hampir semua investor pemula pernah melewati fase ini — melihat angka dan istilah yang terdengar “finansial banget,” padahal sebenarnya konsepnya nggak serumit itu.

Supaya kamu bisa lebih percaya diri sebelum mulai berinvestasi, yuk kita bahas satu per satu istilah penting yang wajib kamu tahu dalam dunia reksa dana.

  1. NAB (Nilai Aktiva Bersih)
    NAB adalah istilah yang paling sering muncul saat kamu membeli atau menjual reksa dana. Sederhananya, NAB menunjukkan berapa nilai satu unit reksa dana pada hari tertentu. Misalnya, kalau NAB per unit adalah Rp1.500 dan kamu membeli 1.000 unit, maka total investasimu senilai Rp1.500.000. Nilai NAB ini bisa naik turun tergantung dari performa investasi yang dikelola manajer investasi.
  2. Manajer Investasi (MI)
    Manajer investasi adalah pihak profesional yang mengelola dana kamu dan investor lain dalam reksa dana. Mereka yang menentukan ke mana dana akan ditempatkan — apakah di saham, obligasi, atau pasar uang. Jadi, kamu nggak perlu pusing memantau pasar setiap hari, karena dana kamu dikelola oleh orang yang ahli di bidangnya.
  3. Dana Kelolaan (AUM – Asset Under Management)
    Dana kelolaan menunjukkan total dana yang sedang dikelola oleh suatu manajer investasi di satu produk reksa dana. Biasanya, semakin besar dana kelolaannya, semakin dipercaya produk tersebut oleh investor. Tapi bukan berarti yang kecil jelek, karena kadang produk baru juga belum banyak dikenal.
  4. Unit Penyertaan
    Ketika kamu membeli reksa dana, kamu tidak membeli saham perusahaan, melainkan unit penyertaan. Nilainya tergantung pada harga NAB per unit. Semakin banyak unit yang kamu beli, semakin besar pula potensi keuntungannya.
  5. Subscription dan Redemption
    Subscription artinya membeli unit reksa dana, sedangkan redemption berarti menjual atau mencairkan unit yang sudah kamu miliki. Kedua proses ini biasanya bisa dilakukan langsung lewat aplikasi investasi digital, dan hasilnya akan masuk ke rekening kamu dalam beberapa hari kerja.
  6. Diversifikasi Portofolio
    Istilah ini berarti menyebar dana ke berbagai jenis investasi untuk mengurangi risiko. Misalnya, sebagian di reksa dana saham, sebagian di reksa dana pasar uang. Tujuannya supaya kalau satu instrumen turun, yang lain bisa menopang.

Dengan memahami istilah-istilah di atas, kamu akan lebih nyaman membaca laporan investasi dan memantau perkembangan dana kamu setiap bulan. Nggak perlu latar belakang finansial untuk jadi investor cerdas, cukup mulai dari pengetahuan dasar yang benar.

Kalau kamu ingin mulai berinvestasi dengan mudah dan transparan, kini kamu bisa membeli reksa dana saham yang bagus langsung melalui layanan dari Bank Sinarmas. Sebagai salah satu bank penjual reksa dana terbaik, Bank Sinarmas menyediakan berbagai pilihan produk reksa dana yang dikelola profesional dan diawasi oleh OJK. Pembelian reksa dana bisa dilakukan lewat aplikasi digital, tanpa harus repot ke cabang. Cara modern untuk mulai berinvestasi, aman, dan pastinya sesuai gaya hidup finansial masa kini.